Pemeriksaan Glukosa Urine

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَحِيْمِ

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakaatuh

Reduksi Urine 
Pemeriksaan glukosa urine menggunakan sifat glukosa sebagai zat pereduksi. Pada pemeriksaan ini terdapat suatu zat dalam reagen yang berubah sifat dan warnanya jika direduksi oleh glukosa. Garam kupri adalah satu reagen yang dapat dipakai untuk menyatakan adanya reduksi. Banyak pemeriksaan reduksi urine, antara lain tes Benedict, Fehling, Nylander, dan lain-lain.

Pemeriksaan reduksi urine metode Benedict
   Tujuan: Untuk mengetahui adanya glukosa dalam sampel urine
 Prinsip: Dalam suasana alkali kuat, gula-gula (reduktor) akan mereduksi cupri menjadi Cuprohidareoksida (CuOH) yang berwarna kuning atau cupro oksida yang berwarna merah.
   Landasan: Pemeriksaan glukosa urine dengan tes reduksi/ benedict ini memanfaatkan sifat glukosa sebagai pereduksi. Zat yang paling sering digunakan untuk menyatakan adanya reduksi          adalah yang mengandung asam cupri. Reagen terbaik yang mengandung asam cupri adalag larutan     benedict.
   Alat & Bahan:
1)      Tabung reaksi
2)      Rak tabung reaksi
3)      Api bunsen/ spritus
4)      Penjepit tabung
5)      Pipet tetes
6)      Pipet ukur
7)      Bulb
8)      Reagen Benedict :
·         CuSO4 17,3 gram
·         Natrium sitrat 173 gram
·         Natrium karbonat 100 gram
·         Aquades 1000 ml
     Prosedur Kerja
1)APD digunakan, Meja didesinfektan, Alat & bahan disiapkan.
2) Pipet 5 ml benedict ke dalam tabung reaksi.
3)Teteskan 5-8 tetes urine ke dalam tabung reaksi.
4)Kocok homogen, lalu langsung panaskan di atas api bunsen/ spritus hingga mendidih  selama 2 menit.
5)Amati perubahan warna yang terjadi.
   Interpretasi Hasil
· Negatif : Urine tetap berwarna biru jernih, atau sedikit kehijauan dan agak keruh
·Positif+:Hijau kekuningan-kuninga atau terdapat endapan kuning
·  Positif ++: Kuning keruh
·  Positif +++: Jingga atau warna lumpur keruh
·  Positif ++++: Merah bata keruh

- Hasil pemeriksaan  reduksi urine


Komentar